Dinda

September 28, 2014 0 Comments

Dinda

Bagaimana lagi harus kujelaskan padamu dinda,untuk kesekian kalinya kau bilang bahwa kau rindu padaku,apa surat-surat yang kutuliskan padamu dimalam itu tak peernah sampai pad kotak surat di depan halaman rumahmu.atau mungkin kau sudah sampai tapi tak kau anggap itu surat dariku dan begitu saja kau geletakkan pada rak tempatmu tempat kau menyimpan majalah majalah juga koran bekas di sudut ruang bacamu itu dinda.

jika boleh aku menghitung, sudah ratusan surat yang aku tuliskan padamu .dan disitu aku tuliskann betapa aku rindunya padamu .
aku juga sampaikan di surat suratku itu bahwa aku tak pernah jauh dari dirimu. sekali lagi aku tak bertanya padamu ,Dinda. apakan surat suratku itu belum sampai atau sudah sampai tapi hanya kau letakkan saja tanpa pernah kau punya waktu sedikit saja untuk membacanya dan kemudian hanya kau letakkan di rak tempat kau menumpuk majalah majalah juga koran koran bekas itu dinda?

Oh ya Dinda,,
selain aku menuliskan lewat surat yang biasa aku kirimkan, aku juga menitipkan rinduku pada senja senja yang tiap sore menyala dengan merah jingga nya,apa kau tak pernah menyadari itu dinda. pada senja senja yang sama itu aku bisa titipkan sejenak rinduku padamu dinda.
hingga senja menghilang dan berganti gelap. aku biasanya juga masih berdiri ditempatku memandang senja itu dinda, berharap segera aku lihat kembali wajahmu pada senja itu.
apa kau tak pernah ada disana untuk memandangku dinda,hingga kau katakan padaku kau teramat rindu... oh Dinda jika saja kau tau itu,,mungkin jarak yang membuat kita teramat rindu saat ini tak akan membuat teramat bersedih . dan jika saja kau tau bahwa kemesraan yang paling teramat mesra adalah saat ada jarak dan setelahnya ada pertemuan.
jika saja kau tau itu Dinda.
dan mungkin benar yang dikatakan mbah sujiwo tejo bahwa puncak kangen paling dahsyat adalah saat dua orang yang saling rindu tak saling sms,telpon,bbm, namun diam diam keduanya saling mendoakan.

aku juga berkali kali memintamu untuk sembayang dinda,apa kau sudah melakukannya .mungkin jika saja kau tau dinda, aku memintamu itu tidak hanya mengingatkan bahwa itu kewajibanmu .tapi disitu kau bisa memperpendek jarak rindumu padaku dinda, seperti yang aku lakukan jika rinduku sudah memanjang teramat jauh. aku biasa meminta pada Kekasihku untuk sampaikan rinduku padamu dinda,apa kau merasa itu.

pagi tadi,, telponku berdering saat aku tertidur,dan aku lihat kau yang menelponku dinda.kau tau dinda ,saat itu aku baru saja tertidur kira kira satu sampai dua jam. ketika itu kau bilang bahwa kau rindu padaku dengan nadamu yang kecewa. samar samar aku mendengar itu dinda. dan sangkaanmu aku sudah tak peduli lagi padamu. kau salah dinda. aku masih seperti dulu. sama seperti satu atau dua tahun yang lalu .

Dinda,,
kau tau sapardi djoko darmono ,dia pernah menuliskan begini ;

"aku ingin mencintaimu dengan sederhana ,seperti isyarat yang disampaikan awan pada hujan yang menjadikannya tiada" .

tapi kau jangan telan mentah mentah kalimat itu dinda .coba terjemahkan seperti yang biasa aku sampaikan padamu .bahwa kita adalah wakil ,wakit dari kekasih yang tak pernah bisa memeluk kita secara langsung .

kamu jangan salah perangai dulu dinda,aku tak bermaksud aku tak menyayangimu .akuu masih sama seperti satu atau dua tahun yang lalu.

tapi jika kau menganggap aku tak romantis,itu ada benarnya dinda,aku memang tak bisa romantis, sebab aku tak pernah suka pada sosok Rama dalam kisah Ramayana karya walmiki .aku lebih mengidolakan sosok Rahwana .dia tak pernah bisa merayu sinta karena dia juga tak romantis Dinda.
tapi satu yang harus kau tau sifat Rahwana Dinda,
dia rela untuk bertapa 500 tahun demi menunggu titisan dewi Widowati yang menitis pada jasad dewi sri hingga dewi sinta .pun saat sinta sdh ada didepannya waktu di taman argasoka tempat ia ditawan ,Rahwana tak pernah menyentuhnya hingga Dewi sinta mau memberikan cintanya pada Rahwana. Dinda.

ya Dinda ,Rahwana itu Setia,dia teguh pada janjinya.

De'SIta

Manusia Bodoh Yang tak kunjung pandai Google

0 comments: